Akibat Diabetes Melitus yang Wajib Diwaspadai

Akibat diabetes melitus sebaiknya memang harus selalu diwaspadai oleh para penderitanya. Karena mayoritas akibat penyakit diabetes melitus akan semakin meningkatkan penderitaan hidup. Jika selama ini anda meremehkan akibat dari penyakit diabetes melitus, sebaiknya anda mempelajari lebih dalam lagi mengenai apa saja bahaya yang bisa ditimbulkan oleh berbagai macam akibat dari penyakit tersebut.

Untuk anda yang ingin mempelajari lebih banyak mengenai apa saja akibat diabetes melitus, anda bisa membaca 4 artikel yang ada di website ini:

  1. Komplikasi akut (Hipoglikemia, hiperglikemia, dan DHS)
  2. Komplikasi kronis (gangguan pada organ jantung, ginjal, mata, dan juga saraf)
  3. Berbagai macam masalah yang juga dapat dialami oleh penderita diabetes melitus
  4. Bagaimana cara mencegah terjadinya berbagai macam masalah akibat diabetes melitus

Komplikasi Akut, Apa Bahayanya bagi Penderita Diabetes?

Komplikasi Akut

Komplikasi akut adalah akibat diabetes melitus pertama yang perlu diwaspadai oleh penderita diabet. Komplikasi akut tidak bisa diremehkan begitu saja. Karena jika dibiarkan, masalah ini bisa menyebabkan kematian. Komplikasi akut seringkali muncul secara tiba-tiba. Komplikasi akut ini seringkali menyerang beberapa macam bagian tubuh seperti:
  • Alat kelamin
  • Kulit mulut
  • Saluran kencing
  • kaki

Lalu apa yang menjadi penyebab dari komplikasi akut tersebut? Komplikasi akut muncul disebabkan oleh 2 macam hal yaitu:

  • Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia)
  • Kadar gula darah yang terlalu rendah (hipoglikemia)

Hipoglikemia, Akibat Diabetes Melitus yang Tidak Bisa Diremehkan

Hipoglikemia adalah salah satu komplikasi akut yang kemunculannya tidak bisa diremehkan begitu saja. Penderita diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia dan tidak segera mendapatkan penanganan serius bisa mengalami koma dan bahkan kehilangan nyawa. Hipoglikemia biasa dialami oleh penderita diabetes melitus yang membutuhkan suntikan insulin buatan.

Umumnya, penderita diabetes melitus bisa mengalami hipoglikemia dikarenakan beberapa hal berikut ini:

  • Terlambat mendapatkan suntikan insulin buatan
  • Suntikan insulin buatan yang diberikan dosisnya tidak sesuai
  • Perut dalam keadaan kosong setelah mendapatkan suntikan insulin buatan
  • Terlalu memaksakan diri untuk melakukan olahraga berat

Adakah Cara Efekif Untuk Mencegah Hipoglikemia?

Hipoglikemia merupakan akibat diabetes melitus yang sebenarnya masih bisa dicegah. Penderita diabetes melitus yang tidak ingin mengalami hipoglikemia, terutama yang membutuhkan suntikan insulin buatan perlu melakukan beberapa tindakan pencegahan berikut ini:

  • Tidak lupa makan setelah mendapatkan suntikan insulin buatan

Makan secara teratur dengan pola makan sehat untuk penderita diabetes melitus adalah suatu keharusan. Karena makan secara teratur juga dapat mengurangi kemungkinan penderita diabetes melitus untuk mengalami hipoglikemia terutama saat mendapatkan suntikan insulin buatan.

  • Tidak melakukan olahraga secara berlebihan

Olahraga memang satu kegiatan yang wajib dilakukan oleh penderita diabetes melitus. Namun demikian, bukan berarti penderita DM boleh berolahraga secara membabi buta.

Meskipun olahraga dapat membantu menyehatkan tubuh, namun penderita diabetes melitus juga perlu memilih jenis olahraga dan juga mengatur waktu olahraga. Karena jika dilakukan secara berlebihan, olahraga justru dapat menurunkan kadar gula darah dan menyebabkan penderita DM mengalami hipoglikemia.

Seperti Apa Gejala-Gejala Penderita Diabetes yang Mengalami Hipoglikemia?

Tanggap adalah satu hal yang wajib dilakukan oleh penderita diabetes melitus. Karena dengan selalu tanggap, maka penderita diabetes bisa mengatasi semua masalah yang muncul akibat penyakit yang dideritanya. Penderita diabetes yang tidak ingin mengalami berbagai macam masalah baru, sebaiknya juga mulai tanggap dengan gejala-gejala dari hipoglikemia. Dengan begitu, maka penderita diabetes melitus bisa lebih mudah dan lebih cepat mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa gejala hipoglikemia sebagai akibat dari penyakit diabetes melitus:

Gejala fisik

Ketika penderita diabetes melitus mengalami penurunan kadar gula darah, maka tubuh secara otomatis akan memproduksi hormon adrenalin yang berfungsi untuk meningkatkan kembali kadar gula darah. Peningkatan produksi hormon adrenalin di dalam tubuh akibat rendahnya kadar gula darah tersebut akan menunjukkan beberapa gejala fisik seperti:

  • Berkeringat dingin
  • Sering lapar
  • Detak jantung menjadi lebih cepat dan kuat

Gejala intelektual

Ketika kadar gula darah menurun secara drastis, maka efeknya adalah produksi energi di dalam tubuh juga akan menurun. Tubuh yang kekurangan energi akan menunjukkan beberapa gejala penurunan intelektual seperti:

  • Sakit kepala
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah lelah
  • Penglihatan kabur
  • Kejang-kejang dan bahkan bisa mengalami koma

Gejala Hipoglikemia Sesuai Dengan Kadar Gula Darah

Gejala yang akan dirasakan oleh penderita diabetes melitus yang mengalami hipoglikemia memang masih dibedakan dari berapa besar penurunan kadar gula dalam darah. Semakin sedikit kadar gula dalam darah, maka akan semakin berat gejala-gejala yang akan dirasakan. Berikut adalah gejala-gejala hipoglikemia menurun tingkat gula dalam darah:

  • Kadar gula darah di bawah 60 mg/dl

Ketika penderita diabetes melitus memiliki kadar gula darah di bawah 60 mg/dl, maka mereka akan mulai merasakan gejala-gejala hipoglikemia seperti penurunan penglihatan, gemetar, mengeluarkan keringat dingin, sakit kepala, jantung berdebar, mual, dan kulit terasa sangat dingin.

  • Kadar gula darah di bawah 40 mg/dl

Penderita DM yang kadar gula darahnya dibawah 40 mg/dl beresiko mengalami beberapa gejala hipoglikemia seperti kesulitan berbicara, merasa bingung, merasakan seperti mabuk, dan mudah mengantuk.

  • Kadar gula darah di bawah 20 mg/dl

Penderita DM yang memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl sebenarnya bisa dikatakan perlu penanganan khusus. Karena mereka yang memiliki kadar gula darah di bawah 20 mg/dl beresiko mengalami gejala hipoglikemia seperti kejang-kejang, koma, dan bahkan bisa meninggal dunia.

Pertolongan Pertama Bagi Penderita DM yang Mengalami Gejala Hipoglikemia

Apa yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama bagi penderita diabetes melitus yang mengalami gejala hipoglikemia? Karena hipoglikemia termasuk dalam komplikasi akut, maka harus ditangani secepat mungkin. Sebelum penderita DM dibawa ke rumah sakit, sebaiknya penderita DM yang mengalami gejala hipoglikemia diberikan minuman manis, terutama buah-buahan dan juga makanan yang mengandung karbohidrat seperti biskuit.

Dua hal tersebut adalah pertolongan pertama yang sebaiknya diberikan pada penderita DM yang mengalami hipoglikemia. Namun setelah itu, pastikan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif di rumah sakit.

Apa Akibat Paling Fatal Jika Penderita DM Terlambat Mengatasi Hipoglikemia?

Hipoglikemia bukanlah masalah kecil. Jika sampai penderita diabetes melitus mengalaminya, sebaiknya segera atasi atau minimal lakukan tindakan pertolongan pertama. Karena hipoglikemia adalah akibat diabetes melitus yang bisa menyebabkan masalah serius seperti kerusakan jaringan otak permanen jika tidak diatasi. Itulah mengapa kebanyakan dokter selalu menyarankan penderita DM, terutama yang membutuhkan suntikan insulin buatan, untuk selalu membawa biskuit atau permen.

Hiperglikemia, Akibat Diabetes Melitus yang Tidak Kalah Berbahayanya

Hiperglikemia adalah akibat dari penyakit diabetes melitus selain hipoglikemia. Hiperglikemia juga tidak kalah berbahaya dibandingkan dengan hipoglikemia. Umumnya, penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia atau peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal akan mengalami satu kondisi yang disebut dengan ketoasi-dosis diabetic atau diabetic ketoacid dosis, cara menurunkan gula darah tinggi dapat menjadi alternatif untuk menekan / menstabilkam kadar gula darah anda yang terlalu tinggi.

Ketoasi-dosis diabetic adalah satu kondisi dimana di dalam darah seorang penderita diabetes terdapat banyak sekali kandungan asam. Kandungan asam tersebut berupa racun. Apa yang membuat darah mengandung banyak racun pada penderita diabetes melitus? Racun yang ada di dalam darah tersebut adalah efek dari pemecahan lemak untuk menjadi energi.

Hal tersebut terjadi karena sel-sel di dalam otot sudah tidak dapat lagi memproduksi energi karena tingginnya kadar gula dalam darah. Zat asam hasil dari pemecahan lemak menjadi energi tersebut disebut dengan keton. Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat penderita DM berpotensi mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic:

  • Penderita DM yang lupa mendapatkan suntikan insulin buatan
  • Penderita DM yang mendapatkan suntikan insulin buatan dengan dosis yang tidak tepat
  • Penderita DM yang mengalami stress dan juga infeksi

Penderita diabetes melitus yang mengalami infeksi berpotensi untuk mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic karena dalam keadaan tersebut, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon adrenalin. Sayangnya, produksi hormon adrenalin di dalam tubuh akan semakin meningkatkan kadar gula dalam darah.

Gejala-Gejala Penderita Diabetes yang Mengalami Kondisi Ketoasi-Dosis Diabetic

Berikut ini adalah beberapa macam gejala yang menunjukkan bahwa penderita diabetes sedang mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic:

  • Nafas berbau harum seperti buah-buahan
  • Mual dan muntah-muntah
  • Demam
  • Mudah mengantuk
  • Mudah lelah
  • Tidak nafsu makan
  • Nafas lebih cepat dan juga lebih dalam
  • Perut terasa nyeri
  • Terjadi penurunan kesadaran dan bahkan mengalami koma
  • Berat badan menurun secara drastis

Selain gejala tersebut, masih ada gejala umum yang seringkali dirasakan oleh penderita DM ketika mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic. Gejala umum tersebut adalah sering kencing dan juga merasa haus.

Bagaimana Cara Memastikan Bahwa Anda Memang Benar-Benar Mengalami Ketoasi-Dosis Diabetic?

Untuk memastikan apakah benar anda sedang mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic setelah merasakan beberapa gejalanya, sebaiknya anda melakukan pengukuran kadar keton di dalam darah. Anda bisa melakukan pengukuran kadar keton tersebut dengan menggunakan alat yang dijual di apotik. Selain itu, andapun bisa langsung memeriksakan kondisi kesehatan di rumah sakit.

Diabetic Hypersonolar Syndrome (DHS)

Gejala yang Dirasakan Oleh Orang-Orang yang Mengalami Kondisi DHS

Apa yang terjadi ketika kadar gula darah seseorang benar-benar melebihi batas normal? Ketika seseorang memiliki kadar gula darah yang sangat tinggi, maka kemungkinan yang pertama dialami adalah pengentalan darah.

Umumnya, darah akan mulai mengalami masalah pengentalan ketika seseorang memiliki kadar gula darah lebih dari 600 mg/dl. Kondisi medis tersebut seringkali disebut dengan HONK atau Hyper Osmola Non Kotetik.

Siapa Saja yang Rawan Mengalami Kondisi DHS?

Penderita DM tipe 2 adalah yang paling sering mengalami kondisi DHS tersebut, terutama mereka yang tidak sadar sedang menderita penyakit DM tipe 2 dan tidak mengatur pola makan. Selain itu, akibat diabetes melitus ini juga bisa dialami oleh penderita DM tipe 2 yang masih belum sanggup mengontrol kadar gula darahnya.

Kondisi DHS tidak hanya dapat dialami oleh penderita diabetes melitus saja, masalah inipun dapat dialami oleh orang-orang yang:

  • Hobi minum minuman beralkohol
  • Sedang mengalami stress berat
  • Sedang menderita masalah infeksi
  • Umurnya sudah tergolong lansia

Gejala yang Dirasakan Oleh Orang-Orang yang Mengalami Kondisi DHS

Sebenarnya, secara sepintas memang gejala orang-orang yang mengalami kondisi DHS hampir sama seperti orang-orang yang mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic. Namun perbedaannya, orang-orang yang mengalami kondisi DHS ini tidak memiliki bau nafas yang harum dan juga nafasnya tidak sedalam dan tidak secepat orang yang mengalami kondisi ketoasi-dosis diabetic.

Berikut adalah gejala orang-orang yang mengalami kondisi DHS:

  • Seringkali mengalami kram terutama di bagian kaki
  • Sangat sering merasa haus
  • Denyut nadi cepat
  • Tubuh terasa lemah dan juga lesu
  • Sering buang air kecil
  • Kejang-kejang dan bahkan bisa mengalami koma

Apa yang Harus Anda Lakukan Untuk Mencegah Mengalami Kondisi DHS?

Kondisi DHS bukanlah akibat dari penyakit diabetes melitus yang pantas untuk diremehkan. Masalah ini bisa berkembang menjadi masalah yang jauh lebih membahayakan jika tidak mendapatkan perhatian khusus.

Untuk mencegah mengalami kondisi DHS ini, disarankan bagi penderita diabetes melitus untuk rutin mengontrol dan mengukur kadar gula darah. Jika pemeriksaan kadar gula darah menunjukkan bahwa kadar gula darah lebih dari 600 mg/dl, maka sebaiknya segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.